ruang lingkup psikologi agama



1.      Perlunya kita mempelajari Psikologi Agama dalam bimbingan konseling islam yaitu... jadi agama itu merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada seorang konselor tentang dimensi keagamaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap prilaku individu. Dalam proses pelayanan pun,, konselor harus memperhatikan dimensi keagamaannya.seorang konselor sangat lah penting untuk memahami landasan agama yaitu agama islam sendiri secara baik . karena konselor tidak hanya menuangkan pengetahuan ke otak saja atau pengarahan kecakapannya saja , tetapi  agama  penting untuk menumbuhkan kan moral .sehingga kepribadian termasuk jiwanya ,fisiknya ,emosionalnya, dapat mengendalikan tingkah laku nya dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dan adanya pendekatan pendekatan agama pun membantu proses perkembangan dalam mengatasi permasalahan yang muncul tetapi dengan cara yang baik,tidak menyimpang,dan tetap pada ajaran agama islam.

2.      Sejarah Perkembangan Psikologi Agama ternyata setahun setelah psikologi di akui sebagai disiplin ilmu yang otonom, para-para ahli pun melihat bahwa psikologi memiliki keterkaitan dengan masalah masalah yang menyangkut kehidupan batin manusia yang paling dalam., yaitu Agama.kajian kajian khusus mengenai agama melalui pendekatan psikologis ini sejak awal-awal abad ke-19 menjadi kian berkembang .sehingga para ahli psikologi pun yang bersangkutan melalui karya mereka telah membuka lapangan baru dalam kajian psikologi , yaitu psikologi agama.dan para para ahli pun mulai mengemukakan hasil penelitiannya secara ilmiah tentang agama . intinya adanya sejarah psikologi agama yaitu di karenakan orang orang para ahli  mulai melihat banyak nya keterkaitan psikologi dengan agamadan demi mengatasi permasalahan permasalahan yang menyangkut psikologi , maka lambat laun mereka pun mendalami agama dan mempelajari tentang gabungan atau keterkaitan antara psikologi dan agama.

3.      Adapun contoh perkembangan jiwa keagamaan pada remaja yaitu:

A)Pertumbuhan pikiran dan Mental
Pada usia remaja kemampuan berfikir mereka pun berkembang dengan                                sempurna ( tahap operasional formal) ide dan dasar keyakinan beragama mereka terima menjadi lebih baik menarik dari informasi kanak kanak nya. Sifat kritis terhadap agama pun mulai timbul.
B)Perkembangan perasaan
Berbagai perasaan telah berkembang pada masa remaja. Kehidupan relegius akan
Mendorong dirinya lebih dekat ke arah hidup yang relegius pula. Sebaliknya bagi
Remaja yang kurang mendapat pendidikan dan siramanajaran agama akan lebih
Mudah di dominasi dorongan seksual.

C).Pertimbangan Sosial
Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul konflik antara pertimbangan moral dan                                                                                           material.remaja cenderung untuk milih milih dalam bergaul.karena kehidupan duniawi lebih di pengaruhi kepentingan akan materi, maka para remaja lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis.
D).Perkembangan Moral
 Adapun tipe tipe moral yang juga terlihat pada para remaja juga mencakupi:
a)Self-Directive, taat  terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi.
b)Adaptive, mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik.
c)submissive, merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama.
d)unadjusted,belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral.
e)Deviant, menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat.
E)Sikap dan Minat
 Sikap dan minat remaja terhadap masalah keagamaan boleh dikatakan sangat kecil . namun pada saat tertentu ketika remaja menemukan teman atau orang yang dapat membimbing kebingungannya dalam mencari jawaban persoalan agama , maka ia akan sangat berminat ia menjadi radikalis dan fanatis dan secara perlahan ia mulai berfikir krisis dan irasional.

4.Adapun hadits ataupun ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan hakikat manusia yaitu 

     #sŒÎ*sù OçGøŠŸÒs% öNà6s3Å¡»oY¨B (#rãà2øŒ$$sù ©!$# ö/ä.̍ø.Éx. öNà2uä!$t/#uä ÷rr& £x©r& #\ò2ÏŒ 3 šÆÏJsù Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)tƒ !$oY­/u $oYÏ?#uä Îû $u÷R9$# $tBur ¼ã&s! Îû ÍotÅzFy$# ô`ÏB 9,»n=yz ÇËÉÉÈ   Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)tƒ !$oY­/u $oYÏ?#uä Îû $u÷R9$# ZpuZ|¡ym Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#xtã Í$¨Z9$# ÇËÉÊÈ                                      

 
Yang artinya:
        “apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia", dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat”.

        Penjelasanya adalah dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu Bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. setelah ayat ini diturunkan Maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada Allah. Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.







                                                                                                    
REFERENSI
Djuned, Subki. 2004. Psikologi Agama. Pengantar psikologi agama. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Jalaluddin.2010.Psikologi Agama. Sejarah Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Jalaluddin. 2005. Psikologi Agama. Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Rahman, Shaleh Abdul. 2009. Psikologi Agama. Suatu pengantar dalam Persfektif islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Grub.
Lister, Nico Syukur. 1982. Pengantar Psikologi Agama. Pengalaman dan Motivasi Beragama. Lapenas:Sidanglaya.

Komentar